Selasa, 20 April 2010

Program Pelatihan V3GO

Nama : Ermalia Windasari

Kelas : 3DB01

NPM : 32107146

Materi : Pelatihan Personnel (Teknik dan alat bantu pelatihan )

Program Pelatihan V3GO

Hanya dalam 4 hari, anda akan mengalami suatu perubahan paradigma yang sangat besar. Anda akan tergabung ke dalam 1% orang yang meraup keuntungan dari bursa finansial.Program Pelatihan V3Go bukanlah program untuk orang-orang penakut, tapi ini diperlukan oleh siapapun yang serius ingin mendapatkan penghasilan dari bursa finansial secara konsisten.

Selama 4 hari pelatihan, para peserta akan mempelajari bermacam-macam alat analisa teknik berdasarkan psikologi pasar dan pergerakan harga. Dengan alat bantu ini para peserta dapat dengan mudah mendapatkan keuntungan dari transaksinya, baik itu Saham, Surat Garansi, Berjangka, Forex atau Komoditas.

Tehnik ini hanya menggunakan indikator umum, sehingga tidak memerlukan software khusus. Namun, penafsiran dari alat bantu analisa tehnik ini sangat efektif. Bahkan, seseorang yang masih baru dalam perdagangan bursa sekalipun dapat segera menerapkan tehnik ini dan dengan mudah mendapatkan keuntungan.

Pelatihan V3Go sangat praktis. V3Go menggunakan pendekatan langsung dalam mengajarkan tehnik perdagangan dan sangat menekankan pada aplikasi tehnik ‘live markets’. Dengan demikian, setiap bagian pelatihan akan disertai dengan contoh dan simulasi praktek. Para peserta juga memiliki satu hari penuh ‘LIVE market’ untuk menerapkan semua hal yang mereka telah pelajari. Dengan demikian, mereka akan mampu memahami konsep yang benar-benar berhasil digunakan pada waktu nyata (real-time trading). Selain itu, para pelatih akan melakukan transaksi perdagangan secara langsung di depan para peserta. Ini akan memperkuat fakta bahwa mereka benar-benar berpegang pada tehnik mereka sendiri, menggunakannya, serta meraih keuntungan dari transaksi.

Ketenangan dan dukungan sangat menentukan keberhasilan seorang pedagang bursa. Dan oleh karena kami berkomitmen untuk memberikan dukungan dan paket penasihat yang menyeluruh, maka kami menjadwalkan sesi pelatihan lanjutan bagi para peserta melalui ‘Yahoo conference’. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengklarifikasi semua keraguan mereka dan memastikan bahwa mereka dapat dengan tepat menerapkan semua teori dalam perdagangan bursa.

Ringkasan Pelatihan

Hari 1:

Psikologi Pasar dan Teori Hole-Peak

Kita akan mempelajari mitos dan realita dari bursa finansial. Di mulai dari dasar-dasar perdagangan hingga kerumitan para pedagang yang menggunakan produk berjangka untuk mengamankan (hedging) uang mereka. Dan juga akan menjelaskan mengapa para pedagang kecil selalu menutup transaksi perdagangan mereka, sedangkan para pedagang besar selalu meraih keuntungan dari transaksi perdagangan mereka .

Teori Hole-Peak mempersingkat penjelasan ini, merubahnya menjadi tehnik analisa yang mudah diterapkan, serta membentuk dasar dari tehnik-tehnik lain yang diajarkan dalam pelatihan.

Hari 2:

Tehnik V3Go

Dengan belajar memahami psikologi manusia dan bursa, Anda dapat berdagang tanpa menggunakan grafik. Selanjutnya,akan memperkenalkan sistem V3Go dan beberapa indikator tertentu, serta menggunakannya dengan cara yang tidak lazim. Untuk memberikan Anda konsistensi dalam perdagangan, kami akan menunjukkan kepada Anda bagaimana caranya membaca grafik, yang tentunya berbeda dari biasanya.

Dan juga akan menunjukkan rahasia bagaimana para pedagang professional saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, kami juga akan menunjukkan bagaimana cara menggunakan SIMSCI untuk memprediksi kemungkinan pembukaan harga pada Bursa Amerika Serikat.

Hari 3:

TSC dan Indikator-indikator

Kami akan menunjukkan bagaimana menggambar garis harga yang paling kuat di grafik dengan cara yang sangat praktis, namun unik. Selain itu, kami juga akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara menggambar K-Wave, untuk meramalkan tingkatan ‘support & resistance’ pada bursa. Kemudian, kami juga mengajarkan bagaimana membuat rencana untuk menghadapi setiap hari perdagangan, dengan manajemen keuangan dan emosi yang tepat.

Hari 4:

Live Trading

Dari jam 7 pagi dst., kami akan memperlihatkan bagaimana mengaplikasikan semua tehnik bersama-sama secara live & real time, dan bagaimana seseorang membuat rencana transaksi untuk satu hari perdagangan. Kami juga akan mempertunjukkan bagaimana tehnik-tehnik ini berhasil dalam bursa yang berbeda-beda, baik itu Saham, Berjangka, Forex ataupun Komoditas. Pada ‘Live Trading’, para pelatih akan secara pribadi melakukan transaksi jual atau beli berdasarkan tehnik yang mereka ajarkan.

Setelah Pelatihan

Dengan adanya sesi bantuan setelah pelatihan, Anda akan memiliki kesempatan langsung untuk mengklarifikasi semua keraguan dan pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari aplikasi perdagangan sehari-hari. Kami juga mengadakan konferensi harian sehingga semua pertanyaan Anda dapat langsung kami jawab secara LIVE.

Nama : Ermalia Windasari

Kelas : 3DB01

NPM : 32107146

Materi : Pelatihan Personnel (Teknik dan alat bantu pelatihan )

Penangganan Scoliosis

Ada tiga macam kategori penanganan penderita Scoliosis yang didasarkan tergantung dari derajatnya:

  1. Scoliosis ringan : cukup diterapi dengan Latihan , Massage dan Modalitas
  2. Scoliosis sedang : selain Latihan, Massage dan Modalitas dianjurkan memakai Spinal Brace
  3. Scoliosis berat : umumnya tidak dapat diatasi dengan latihan, massage, modalitas dan spinal brace, pada situasi ini penderita memerlukan Operasi

Tanpa Operasi

Penangganan Scoliosis dengan Latihan

Penangganan Scoliosis dengan latihan pada prinsipnya harus mengandung 3 unsur DEF yaitu Derotasi, Elongasi dan Fleksibilitas. Tujuan latihan di sini adalah menguatkan otot stabilisator trunk, dan secara aktif mengurangi/mengoreksi kurva dan deformitas lain yang menyertai.

Ruang Gym untuk Penangganan Penderita Scoliosis

Latihan dapat dilakukan dengan atau tanpa alat, juga dapat dilakukan di dalam atau di luar spinal brace. Untuk lebih jelasnya lihat Buku Pegangan untuk Latihan di Rumah & Klinik "Terapy aman, melalui pengawasan dokter spesialis" dari Scoliosis Correction Clinic.

  • Latihan di Rumah
    • Latihan di luar brace
      • Penguatan otot abdominal
      • Penguatan otot thoracic & lumbar extensor
      • Penguatan hip extensor
    • Latihan di dalam brace
      • Penguatan otot abdominal dengan menggunakan brace
      • Penguatan otot thoracic & lumbar extensor dengan menggunakan brace
      • Penguatan hip exten dengan menggunakan brace
  • Latihan di klinik
    • Latihan dengan alat
      • Elongasi spine dengan cara bergantung pada stall bars
      • Elongasi spine dengan memakai invertion traction
    • Latihan tanpa alat Ketika melakukan stretching trunk, perlu sekali menstabilkan segmen spine di atas dan di bawah tempat stretching. Pasien dengan double curve harus distabilkan yang satu sebelum menstretching yang lain.
      • Latihan Peregangan sisi concave
      • Latihan elongasi trunk
      • Latihan peregangan otot leher, bahu atau hip
      • Latihan penguatan otot sisi convex
      • Latihan deep breathing untuk meningkatkan fungsi paru, Dapat dilakukan bersamaan dengan latihan penguatan abdominal, stretching trunk, dan saat stretching otot pectoralis
      • Latihan derotasi trunk, Sambil deep breathing exercise dan lateral fleksi trunk ( untuk meregangkan sisi concave ), disarankan melakukan derotasi vertebra
  • Yoga untuk Scoliosis Gerakan yoga untuk penderita scoliosis ditujukan untuk mengoreksi dengan cara menarik dan mengarahkan tulang belakang secara tepat, ke depan, samping kiri, dan samping kanan serta ditujukan untuk menarik dan mengembalikan tulang belakang pada posisinya yang alami (Bukan lurus melainkan ada lengkungannya).

Dalam menentukan terapi penderita scoliosis tidak bisa menerapkan sembarang gerakan yoga, tanpa melalui tahapan observasi terlebih dulu dengan melihat hasil X-ray untuk mengetahui derajat keparahannya. Ada kalanya dalam beberapa kasus harus dibahas dengan seorang ahli tulang belakang atau Dokter Spesialis Orthopedi.

Dalam memandu gerakan pun tidak boleh dipaksakan, karena semua gerakan merupakan bagian dari observasi. Dari keterbatasan gerak yang dilakukan penderita scoliosis, yang sedikit demi sedikit akan dievaluasi untuk menentukan ketepatan gerak serta alat bantu terapi bagi pasien.

Menurut Elise B. Miller, ahli yoga, dalam tulisannya di situs Yoga for teens with Scoliosis, latihan gerakan yoga (asana) ditujukan untuk memperbaiki postur dan meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, dengan cara menarik dan memperkuat otot-otot yang menunjang tulang belakang. Posisi Adho Mukha Svanasana dan Urdhva Mukha Svanasana baik untuk membentuk dan memperbaiki lengkungan dan rotasi tulang belakang. Sedangkan Bharadvajasana untuk memperkuat kaki sebagai penyangga tulang belakang.

Penangganan Scoliosis dengan Massage

Massage adalah stimulasi mekanik soft tissue secara sistematik, dengan mana diberikan tekanan dan stretching secara ritmik dengan tujuan terapi. Efek fisiologis massage adalah mekanikal ( seperti meningkatkan venous return dan drainage limfatik, mengurangi adesi dan melunakkan scar, mencairkan secret ) ataupun refleksif ( seperti meningkatkan sirkulasi via reflek vasodilatasi, relaksasi general dan efek sedasi, meningkatkan perspirasi, mengurangi nyeri ), selain itu sentuhan tangan juga mempunyai efek psikologis dan dapat memperbaiki kenyamanan tubuh.

Kontra indikasi massage seperti inflamasi akut kulit, soft tissue, atau sendi karena infeksi ( plebitis, cellulitis, sinovitis, abses, septik artritis ) , luka terbuka, luka bakar, nerve entrapments ( CTS, dll ), bursitis, RA, Gout artritis, reumatik fibrosis, pannikulitis, ( subcutaneous fat inflamation ), arteriosceloris, venous thrombosis atau emboli, varicose vein berat, gg pembekuan darah, fraktur, dan keganasan.

Alat-alat yang diperlukan antara lain lubrikan, seperti minyak massage, baby oil, dan tempat tidur yang cukup padat ( firm ).
Bentuk massage yang digunakan untuk penderita scoliosis adalah effleurage , stripping, friction, dan traction.

Effleurage : stroking ringan untuk menghangatkan area sehingga siap untuk teknik yang lebih dalam. Dengan tangan dilakukan stroke ringan tapi mantap mulai dari bawah ke atas menuju puncak leher . Selalu stroke ke arah jantung, karena kearah inilah darah mengalir. Arah lain akan merusak vena. Kemudian secara ringan bawa tangan ke bawah melalui tepi punggung, pertahankan sentuhan tapi jangan menekan. Ulangi teknik ini sampai seluruh punggung termasssage. Lakukan selama beberapa menit, secara bertahap tambah tekanan pada stroke ke atas.

Stripping otot : untuk memberikan tekanan lebih dalam, sehingga darah teralirkan sepanjang otot. Dengan ibu jari tangan kanan untuk sisi kiri , berikan tekanan yang lebih dalam dari bawah scapula menuju puncak leher. Lakukan gerakan dengan pelan tapi pasti, agar struktur otot dapat terasakan dengan baik. Lakukan teknik yang sama untuk otot trapezius. Lakukan selama beberapa menit.

Friction otot : Lakukan friksi kecil-kecil ke atas dan ke bawah sepanjang spine, pada otot yang tight, otot dengan benjolan spasme, dan utamakan sisi yang terasa sakit. Ada dua macam friksi yaitu sirkuler dan tranversal .Lakukan selama beberapa menit.

Traksi leher : bertujuan relaksasi dan mengurangi nyeri daerah leher. Dengan satu tangan menyangga leher, lakukan tarikan dengan tangan yang lain pada dagu penderita.

Finishing off : terapis dapat mengakhiri sesi ini dengan kembali melakukan effeurage, sehingga seluruh sesi ini menghabiskan waktu sekitar 20 menit . Massage pada scoliosis secara khusus dapat diikuti di Buku Pegangan untuk Latihan di Rumah & Klinik yang diterbitkan oleh Scoliosis Correction Clinik dengan penjelasan ringkas sebagai berikut :

    1. Pendahuluan
    2. Lordotik
    3. Kifotik
    4. Scoliosis balance massage : dengan teknik effleurage dari arah spine ke luar. Tekan sisi convex lebih keras daripada sisi concave.
    5. Massage untuk relaksasi sisi concave : dengan teknik effleurage dari bawah ke atas di tepi spine.
    6. Massage untuk sisi convex dengan teknik Push down : jangan lupa memberikan tekanan setempat.
    7. Massage untuk sisi convex dengan teknik Pushing out : dari tepi spine ke luar
    8. Massage untuk sisi concave dengan teknik Press Stretch : dari tengah ke atas dan bawah. Dapat digunakan phalank proximal secara keseluruhan atau gunakan jari-jari pada sebagian area.
    9. Scoliosis scapula massageuntuk sisi convex : tangan kiri memfiksasi scapula, tangan kanan merotasi bahu bertahap mulai di abduksi 90 derajat.
    10. Cross fiber friction sisi convex : bisa dilakukan dengan ujung-ujung jari atau 2 ibu jari.
    11. Kesimpulan

Penangganan Scoliosis dengan Modalitas

Traksi

Ada beberapa macam traksi yang dapat digunakan seperti :

    • Traksi biasa baik dengan mesin ( lumbal & cervical ) ataupun tanpa mesin ( inversion )
    • Cotrel traction : diberikan selama tidur malam dan beberapa jam siang. Setelah beberapa minggu traksi disertai latihan hasilnya dipertahankan dengan body cast selama beberapa minggu
    • Skeletal traction : umumnya diberikan selama 3 minggu pada pasien scoliosis berat sebelum dioperasi.


Traksi Lumbal & Cervical

Elektro Stimulasi

Diberikan stimulasi intermittent di sisi convex scoliosis pada paraspinal muscles dan/atau midaxillary line. Keberhasilan pemakaian ES untuk mengoreksi scoliosis ringan – sedang mencapai 80 % termasuk mengurangi resiko operasi. Pemberian ES malam hari selama tidur dikatakan sama efektifnya dengan spinal brace pada penderita scoliosis sedang. Peletakan pad pada ES adalah seperti pada gambar berikut :

Penangganan Scoliosis dengan Spinal Brace

Spinal Brace pada penderita Scoliosis berfungsi untuk mencegah progresifitas kurva ( keberhasilan 70 % ), memberikan koreksi yang permanen pada batas-batas tertentu ( keberhasilan 50 % ), dan menstabilkan kurva ( mempertahankan hasil latihan & modalitas ). Makin muda penderita dan makin kecil sudut kurvanya makin besar keberhasilan permakaian spinal brace.

Spinal Brace

Tergantung letak apex dibagi menjadi 2 macam yaitu Milwaukee untuk scoliosis dengan apex T8 ke atas, dan Boston untuk scoliosis dengan apex di bawah T8. Spinal brace disarankan dipakai 23 jam sehari . Selain scoliosis sedang, seringkali untuk scoliosis berat yang belum selesai pertumbuhannya/belum siap operasi perlu memakai spinal brace.

Operasi

Operasi adalah pilihan terakhir dan Dilakukan pada penderita scoliosis lebih dari 40 º /50 º, kurva yang tetap bertambah dengan terapi nonoperatif, secara kosmetik tidak dapat diterima, atau nyeri punggung yang hebat / mengganggu. Sebelum operasi sangat diperlukan terapi yang bertujuan memanjangkan ( elongasi ) spine dan sedapat mungkin mengurangi derajat kurva terutama untuk penderita dengan kurva sama dengan atau lebih dari 60 º.

Operasi yang dilakukan berupa spinal fusion dengan atau tanpa Harrington rod instrumentation. Setelah operasi penderita masih harus memakai body cast atau brace selama 6-12 bulan. Selama waktu itu latihan fisik yang dilakukan tidak boleh lebih berat dari berjalan.

Permainan bulutangkis sarat dengan berbagai kemampuan dan keterampilan gerak yang kompleks. Sepintas lalu dapat diamati bahwa pemain harus melakukan gerakan-gerakan seperti lari cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan segera bergerak lagi, gerak meloncat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh.

Gerakan-gerakan ini harus dilakukan berulangulang dan dalam tempo lama, selama pertandingan berlangsung. Akibat proses gerakan itu akan menghasilkan "kelelahan", yang akan berpengaruh langsung pada kerja jantung, paru-paru, sistem peredaran darah, pernapasan, kerja otot, danpersendian tubuh.

Karena itu, pebulutangkis sangat penting memiliki derajat kondisi fisik prima. Melalui proses pelatihan fisik yang terprogram baik, faktor-faktor tersebut dapat dikuasai. Dengan kata lain pebulutangkis harus memiliki kualitas kebugaran jasmani yang prima. Ini akan berdampak positif pada kebugaran mental, psikis, yang akhirnya berpengaruh langsung pada penampilan teknik bermain.

Itulah sebabnya pebulutangkis sangat membutuhkan kualitas kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan, agilitas, dan koordinasi gerak yang baik. Aspek-aspek tersebut sangat dibutuhkan agar mampu bergerak dan bereaksi untuk menjelajahi setiap sudut lapangan selama pertandingan.

A. Sistem Pelatihan Fisik Umum

Program dan aplikasi pelatihan fisik bulutangkis harus dirancang melalui tahapan sebagai berikut:

a. Persiapan fisik umum yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ tubuh, sehingga memudahkan upaya pembinaan dan peningkatan semua aspek pelatihan pada tahap berikutnya.

b. Persiapan fisik khusus bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan gerak yang lebih baik menuju pertandingan.

c. Peningkatan kemampuan kualitas gerak khusus pemain. Pada tahap ini pelatihan bertujuan untuk memahirkan gerakan kompleks dan harmonis yang dibutuhkan setiap pemain untuk menghadapi pertandingan.

Cara Terbaik untuk Mempersiapkan Kondisi Fisik Umum Pemain

1.Program Latihan Lari

Latihan lari sangat penting dan balk untuk mengasah kemampuan kerja jantung, paruparu, dan kekuatan tungkai. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60 menit tanpa berhenti, yang dilakukan 3-4 kali seminggu, sangat baik untuk membina kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain.

2. Program Latihan Senam

Bentuk-bentuk latihan senam peregangan untuk seluruh bagian tubuh dan persendian harus mendapat perhatian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan untuk memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bawah yang dilakukan secara bergantian.

3.Program Latihan Loncat Tali

Latihan ini sangat balk untuk membina daya tahan, kelincahan kaki, dan kecepatan serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat. Proses latihan dapat dilakukan de-ngan loncat satu kaki secara bergantian (seperti lari biasa), loncat dua kaki, dan masih banyak bentuk variasinya.

4. Program Latihan Gabungan

Model atau sistem pelatihan ini adalah menggunakan berbagai alat bantu seperti bangku, gawang ukuran kecil, tiang, tongkat, tali, bola, dan sebagainya. Tujuan latihan ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan kete-rampilan gerak pemain sebagai upaya untuk pengkayaan gerak. Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan bulutangkis, di samping memberikan prioritas pada pembinaan aspek-aspek kelincahan, kegesitan, dan koordinasi gerak yang memang dibutuhkan dalam bulutangkis.

5.Latihan Pemanasan

Banyak pelatihan kurang memberikan perhatian khusus perihal peranan dan fungsi latihan pemanasan yang benar dan betul. Latihan pemanasan yang dikemas dengan benar akan memberikan pe-ngaruh positif pada proses kerja organ tubuh, mekanisme peredaran darah, dan pernapasan. Itu semua akan berpengaruh langsung untuk kerja berat selanjutnya. Di samping itu, sangat penting untuk menghindari terjadinya berbagai cedera otot, persendian, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Pada umumnya latihan pemanasan berbentuk:

a. Lari jarak pendek yang bervariasi seperti lari sambil angkat paha/lutut, lari mundur, lari maju dan ke samping.

b. Melakukan gerakan-gerakan senam yang bersifat mere-gang otot tungkai, paha belakang, depan, lengan, pergelangan kaki, pinggang, otot bahu, dll.

c. Kualitas peregangan harus dilakukan dengan pelan sampai terasa terjadi proses peregangan pada bagian otot dan persendian yang dilatih. Hindari melakukan gerakan sentak, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada otot atau persendian.

6. Latihan Pendinginan

Latihan ini dilakukan setelah program latihan selesai dilaksanakan sebagai upaya agar bagian otot yang bekerja berat tadi kembali pada posisi rileks dan tidak kaku. Bentuk latihannya adalah senam dan gerakan meregang. Kualitas latihan meregang, khususnya untuk otot besar seperti paha belakang dan depan, ping-gang, punggung, otot lengan, bahu, dada, dan berbagai persendian tubuh, harus dicermati betul. Lakukan gerakan pendinginan ini dengan benar,

B. Sistem Pelatihan Fisik Khusus

Pelatihan fisik bulutangkis dituntut untuk memahami dan mengetahui secara spesifik kebutuhan gerak olahraga ini. Bahkan harus mendalami makna proses kerja otot, sistem energi, dan mekanisme gerak yang terjadi dalam permainan bulutangkis. Atas dasar pengetahuan ini, pelatih akan mampu merancang bentuk-bentuk latihan fisik secara spesifik, sesuai kebutuhan pemain.

1.Latihan Daya Tahan (Aerobik dan Anaerobik)

Kemampuan daya tahan dan stamina dapat dikembangkan melalui kegiatan lari dan gerakan-gerakan lain yang memiliki nilai aerobik. Biasakan pemain menyenangi latihan lari selama 40-60 menit dengan kecepatan yang bervariasi. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik dan daya tahan otot. Artinya, pemain dipacu untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan tidak mengalami kelelahan yang berarti.

Selanjutnya proses latihan lari ini ditingkatkan kualitas frekuensi, intensitas, dan kecepatan, yang akan berpengaruh terjadinya proses anaerobik (stamina)pemain. Artinya, pemain itu mampu bergerak cepat dalam tempo lama dengan gerakan yang tetap konsisten dan harmonis.

2. Latihan Kekuatan

Pemain bulutangkis sangat membutuhkan aspek kekuatan. Berdasarkan analisis dan cukup dominan pemain melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat ke depan, ke belakang, ke samping, memukul sambil loncat, melakukan langkah lebar dengan tiba-tiba. Semua gerak ini membutuhkan kekuatan otot dengan kualitas gerak yang efisien.
Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kekuatan ini adalah berlatih menggunakan beban atau dengan kata lain latihan beban (weight training). Sebaiknya sebelum melakukan program latihan beban sesungguhnya, disarankan agar pemain lebih dulu mengenal berbagai bentuk gerakan seperti:

-mendorong (push up, pull up)

-bangun tidur, angkat kaki

-memperkuat otot punggung, pinggang

- jongkok berdiri untuk membina kekuatan tungkai - loncat-loncat di

tempat atau sambil bergerak.

Proses selanjutnya adalah meningkatkan kualitas geraknya dengan menggunakan beban (weight training) yang sebenarnya. Dianjurkan untuk tidak melakukan atau berlatih loncat di tempat yang keras karena akan berdampak terjadinya sakit, cedera pada bagian lutut, dan pinggang.

3. Latihan Kecepatan

Aspek kecepatan dalam bulutangkis sangat penting. Pemain harus bergerak dengan cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan sambil menjangkau atau memukul kok dengan cepat.
Cara untuk bergerak cepat adalah melatih kecepatan tungkai/kaki. Aspek kecepatan dalam bulutangkis juga bermakna pemain harus cekatan dalam mengubah arah gerak dengan tiba-tiba, tanpa kehilangan momen keseimbangan tubuh (agilitas). Bentuk-bentuk latihannya antara lain:

a. Lari cepat dalam jarak dekat

b. Lari bolak-balik, jarak enam meter (shuttle run)

c. Tingkatkan kualitas latihan dengan menggunakan beban, rintangan, dan lain-lain.

d. Jongkok-berdiri dan diikuti lari cepat dalam jarak dekat pula.

5. Latihan Kelenturan/Fleksibilitas

Fleksibilitas adalah komponen kesegaran jasmani yang sangat penting dikuasi oleh setiap pemain bulutangkis. Dengan karakteristik gerak serba cepat, kuat, luwes namun tetap bertenaga, pembinaan kelenturan tubuh harus mendapat perhatian khusus.

Latihan fleksibilitas harus mendapat porsi yang cukup. Orang yang kurang lentur rentan mengalami cedera di bagian otot dan daerah persendian. Di samping itu, gerakannya cenderung kaku sehingga banyak menggunakan energi, kurang harmonis, kurang rileks, dan tidak efisien.
Latihan-latihan peregangan dengan kualitas gerakan yang benar memacu komponen otot dan persendian mengalami peregangan yang optimal. Oleh karena itu, fleksibilitas ini harus dilatih dengan tekun dan sistematis.

6. Model-Model Latihan Fisik dengan Menggunakan Alat Bantu Pelatihan

a. Latihan denganBola Medisin

Bola medisin yang beratnya bervariasi antara 1-5 kilogram merupakan alat bantu pelatihan, antara lain untuk kekuatan dan kecepatan melempar, membina kekuatan lengan, tungkai, dan kekuatan bagian atas dan bawah tubuh.

Bentuk latihan bola medisin ini antara lain dilakukan dengan melempar ke arah tembok dengan satu atau dengan dua lengan. Berdiri kira-kira 3-4 meter dari tembok, lalu lempar bola itu dan segera tangkap bola tersebut sambil lari mundur ke arah garis start, seperti layaknya gerak mundur dalam permainan bulutangkis.

b. Latihan Loncat Tali

Pemain bulutangkis dianjurkan untuk terampil dan menguasai bentuk latihan loncat tali ini. Pengaruh latihan ini sangat membantu untuk membina kekuatan kaki, pergelangan kaki, daya tahan, koordinasi gerak, dan membantu peningkatan kualitas gerak pergelangan tangan.
Latihan loncat tali dirancang dengan sistem interval antara lain sebagai berikut:

• Sesi I: • Sesi H:

1. 3 X 30 detik 1.5 X 25 detik
2. 5 X 25 detik 2. 7 X 20 detik
3. 7 X 20 detik 3. 5 X 30 detik
4. 3 X 30 detik 4. 3 X 40 detik

Masa istirahat antara kegiatan adalah 15-20 detik. Tingkatkan latihan ini dengan menambah jumlah sesi, waktu kegiatan masa istirahat diperpendek. Dalam aplikasi latihan loncat tali, pelatih harus berperan memberikan motivasi dan pengawasan gerak loncat, sehingga tujuan latihan tercapai dengan optimal.

c. Latihan Bayangan

Latihan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan gerak kaki, kecepatan, serta daya tahan. Latihan ini dapat dijadikan sebagai program khusus, rutin bagi pemain agar langkah dan gerakan kaki (footwork) senantiasa ditingkatkan dan dipelihara terus.
Untuk meningkatkan kualitas latihan ini, pemain harus menggunakan "jaket pemberat" yang dibuat khusus untuk itu. Sangat balk untuk membina kualitas dan kecepatan gerak pemain.

d.Latihan Loncat Bangku/Gawang

Latihan ini berfungsi untuk membina kekuatan tungkai, konsentrasi, dan kecepatan gerak yang dibutuhkan dalam permainan. Bangku atau gawang dibuat dengan berbagai ukuran tinggi antara lain 40, 50, 70, 80 cm. Alat ini berfungsi sebagai alat pemberat, rintangan, tantangan, agar pemain terpacu untuk mengatasinya. Proses kerja "overload' (beban lebih) dengan menggunakan beban rintangan ini, latihan makin terasa berat bagi pemain. Dalam pelaksanaan latihan, pelatih harus terampil meletakkan gawang/bangku itu sesuai dengan tujuan latihan dan kebutuhan pemain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar